Memiliki label Informasi Nilai Gizi (ING) bukan lagi sekadar tren, melainkan kewajiban bagi pelaku UMKM yang ingin mengedarkan produknya secara luas. Label ini adalah syarat mutlak untuk mendapatkan izin edar MD dari BPOM.

Selain untuk memenuhi regulasi, mencantumkan nutrition fact membangun kepercayaan konsumen. Pelanggan masa kini jauh lebih kritis dalam memperhatikan asupan kalori, gula, dan garam pada makanan yang mereka konsumsi. Berikut ini cara menghitung nutrition fact makanan!
Pentingnya Label Informasi Nilai Gizi (ING)
Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 22 Tahun 2019, setiap pangan olahan yang diproduksi secara komersial wajib mencantumkan label gizi. Label ini bertujuan memberikan informasi yang transparan kepada konsumen mengenai kandungan nutrisi dalam produk tersebut.
Bagi pelaku usaha, label ING yang akurat menunjukkan profesionalisme dan keseriusan dalam menjaga kualitas produk. Hal ini juga mempermudah produk Anda masuk ke ritel modern atau pasar ekspor.
Metode Perhitungan Uji Lab vs. Analisis Database
Ada dua cara utama yang bisa Anda gunakan untuk menentukan nilai gizi produk Anda:
1. Uji Laboratorium
Metode ini dilakukan dengan mengirimkan sampel produk ke laboratorium terakreditasi seperti BBIA atau SGS. Uji lab wajib dilakukan jika produk Anda memiliki klaim kesehatan khusus, seperti “Rendah Lemak” atau “Tinggi Serat”.
2. Analisis Database (Metode Manual)
Metode ini paling sering dipilih oleh pelaku UMKM karena biayanya yang jauh lebih murah, bahkan bisa gratis. Anda menghitung nilai gizi berdasarkan komposisi bahan mentah menggunakan database gizi resmi. Selama data yang digunakan valid, BPOM memperbolehkan metode ini untuk pendaftaran izin edar standar.
7 Unsur Gizi Wajib dalam Label Pangan Indonesia
Sesuai standar BPOM, ada tujuh unsur gizi yang wajib dicantumkan dalam tabel Informasi Nilai Gizi:
- Energi Total
- Lemak Total
- Lemak Jenuh
- Protein
- Karbohidrat Total
- Gula
- Garam (Natrium)
Semua data ini harus disajikan berdasarkan Takaran Saji (Serving Size) dan disertai dengan persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG) berdasarkan standar 2150 kkal.
Baca juga artikel lainya: Panduan Memilih Jasa Labeling dan Pengemasan Produk Terbaik untuk Skala Bisnis dan UMKM
Langkah-Langkah Cara Menghitung Nutrition Fact Secara Manual
Langkah 1 Siapkan Resep Standar
Tuliskan semua bahan penyusun produk Anda beserta berat bersihnya (gram atau mililiter). Pastikan Anda menggunakan berat bahan mentah sebelum proses pemasakan.
Langkah 2 Cari Data Kandungan Gizi di Database
Gunakan referensi data gizi yang diakui secara resmi. Sumber terbaik meliputi:
- TKPI (Tabel Komposisi Pangan Indonesia): Sangat baik untuk bahan-bahan lokal seperti tempe, tahu, atau rempah Indonesia.
- USDA FoodData Central: Cocok untuk bahan tambahan pangan internasional atau bahan olahan pabrikan.
Langkah 3 Hitung dengan Formula Sederhana
Gunakan rumus berikut untuk menghitung kandungan setiap zat gizi per bahan:
Langkah 4 Hitung Total dan Bagi per Takaran Saji
cara menghitung nutrition fact makanan yang terakhir adalah jumlahkan semua nilai gizi dari seluruh bahan. Setelah mendapatkan total gizi satu resep (yield), tentukan berapa jumlah sajian dalam satu kemasan. Bagi total gizi tersebut dengan jumlah sajian untuk mendapatkan nilai per takaran saji.
Untuk Anda yang masih ragu memberikan jasa pengemasan kepada perusahaan yang berpengalaman, segera hubungi kami jasapengemasan.com menyediakan berbagai jasa pengemasan dan telah berpengalaman lebih dari 8 tahun. Apabila Anda membutuhkan jasa pengemasan di Bandung hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai jasa kami silahkan hubungi WA kami di 0852-1196-5389 | 0811-2208-090 Free konsultasi untuk Anda yang masih bingung dengan jenis kemasan atau jasa kemasan yang cocok untuk Anda!
Tokopedia: https://www.tokopedia.com/kemasan-jg
Shopee: https://shopee.co.id/kemasan_jg